Akan selalu ada laknat
Dari satu kejahatan
Tiada yang akan kekal
Selagi hidup gunakan akal
Datang dari Lembah Nista pinta berkuasa
Sihir orisnya berbisa bijaksananya bencana
Melumat ludas si Barbarossa cemari mediterania
Halalkan semua cara demi Hasrat bejat yang membara
Euros ke zefiros pasang taji main bunuh
Hunusnya pisau untuk dipuji iringi keji lusuh
Menagih janji akal dibui bungkam lidah rusuh
Memekik lapar diabai mahukan kenyang bertumpah peluh
Tak hanya kebal juga membabi buta
Draconiannya Berjaya orang kecil menderita
Durhaka minum darah dari nadi sang jelata
Dasar dajjal bengis merasa diri separuh dewa
Bau Petrichor, butir lacrima yang mengiba
Tuan Diktator, erotomania yang menggila
Hordos naik tahta bunuhi asasi paranoia
Atap adil hancur digusur diranap kaligula
Akan selalu ada laknat
Dari satu kejahatan
Tiada yang akan kekal
Selagi hidup gunakan akan
Coba Dengarkan, suara kami dengar-kan?
Derap langkah macan kurus lalu bumi muntahkan
Isi perutnya yang muak dengan tindak tanduk setan
Serinai mengaum, siap lucuti kebal badan
Suara ku tenang senyap tidaklah pekik bising
Siap ku terjang muka bengis kuasa atas piring
Siapa perduli hidup diujung batas dinding
Setengah mati ulah dari rezim, yang berludah pesing (cuihh)
Darah bercucuran di tanahku karna ambisi
Oleh Sekelompok money lackey tak ngerti elok budi
Larang disulap, dilahap, tak hirau lagi
Merampas asasi nurani arti hatimu sudah mati!
Patella berayun bergetar mengejar yang aman
Cerebrum berkedut cemas menanti peluk damai
Ventrikulus yang meronta lapar tidak tertahan
Memikul gunung nyeri ventra terbeban tiada usai
A ray of light reaches the darkness
Hope of rising to success
The dzalim must break the cruel must break
Keep fighting we get back up
DE MA GOG